Rabu, 05 Juni 2013

SANTOLO trip #2-4 Juni 2013


tiap pantai punya cerita
tiap laut memberikan makna
dan tiap langit diatasnya menghadirkan ucapan kekaguman atas ciptaan-Nya
"Hutan, gunung, sawah, lautan.. simpanan kekayaan~" (ibu pertiwi)

Bismillahirrahmaanirrahiim

Yak, sebelum lupa sama ni trip dan malah tidak terdokumentasikan, ayo sisihkan waktu untuk berbagi ceritaa...
yipyip >,<)/
"Pokonya liburan ini harus jalan2! Harus!", setelah bertekad seperti itu, keluarlah rencana-rencana jalan2 ke berbagai tempat. Saya sendiri lupa kapan rencana ke Santolo ini terucap, pas abis ujian kayanya. Abis ngobrol2, diputuskan "Hayuk ke Santolo!", tapi waktu itu masih ngawang.. kapan, sama siapa, gmana caranya... feel like wacana aja.. haha, as usual. But this time, i learned to be not 'wacana'

Sms disebar. "ke santolo yuuuk, jalan2". Beberapa merespon. ada yang nanya budget, waktu, dll. Setelah ditimang-timang, eh, ditimbang-timbang maksudnya, setelah tanggal 2 juni yang waktu yang paling pas buat saya (waktu kosong setelah serangkaian acara), dan setelah menimbang kepentingan yang lain, ke Santolonya lebih baik tanggal 3. hm, ok... dari segi dana, saya dan elis(asgar yang merumuskan perjalanan ini) memutuskan untuk ga nginep di Santolo. Kita nginep di rumah elis ajah di garut. Perjalanan Santolo-nya pulang pergi aja dalam sehari... and this is the final itinerary :
   2 Juni, sore : pergi ke Garut dari Bandung, naik bus atau elf dari caheum (15 ribu)
   malamnya nginep di Ellis
   3 Juni, pagi : go to SANTOLO dari garut, naik elf yang ke pamengpeuk(15-30 ribu)
   3 Juni, sore : back to Garut, naik elf lagi (15-30 ribu)
   malamnya numpang bobo lagi di rumah Ellis
   4 Juni, pagi : pulang ke Bandung, naik bus (10-15 ribu)
sooo, dengan perumusan seperti itu, budget yang dihabiskan ga nyampe 100 ribu. Kalo makan? nah, itulah enaknya punya temen orang setempat, jadi kami pun dijamin oleh keluarga Ellis, Asgar--asli garut-- yang amat2 baik.. luv u lis :*
tapi fren, kalo pake itung2an makan sendiri pun, ga bakal lebih dari 150 ribu ko. Temen saya aja 2 hari 1 malam, nginep di Santolo, cuma abis 120 ribu...

dua juni pun akhirnya tiba. Eh, ternyata yang bisa ikut nyisa tinggal 4 orang.. dimana tadinya ada 7 orang lebih yang bilang mau.. heu. gapapa... pokonya jangan ampe ini wacana! haphap
berbagai keinginan melintas di benak kami... gimana kalo kita berangkat ke Santolonya sebelum subuh, supaya dapet sunrise?(garut-santolo : 3 jam). Atau pulangnya ba'da magrib supaya dapet sunset? heum.. jadwal kami memang amat fleksibel, itulah enaknya ga terlalu merencanakan, apalagi ikut travel. Suka-suka kita ajalah mau gimana~

Fix, ba'da magrib, ahad dua juni, kami melangkahkan kaki dari Salman, ganyang, pelesiran, naik angkot yang ke Caheum. Orang yang berangkat nambah satu, jadi kami berlima deh : kiq, ellis, uut, jijah, dan iva... sampe Caheum, naik mini bus (yang sepertinya bus terakhir). Bismillah, perjalanan ini semoga memberi banyak pelajaran.
Lep, "Ki, nyampe". eh? ga kerasa udah nyampe aja di Garut. Singgah bentar di Masjid Agung Tarogong (bener ga ya), menunggu ayah Ellis menjemput.

Esok paginya, pergi sebelum subuh hanyalah impian. Ga enak juga sama ortu Ellis harus nganterin kita pagi buta.. jadi kami baru berangkat setelah jam 6. Singgah dulu di tukang bubur ayam di Maktal, buat apa? ya buat sarapan lah~ and Let's go to Santolo! naik elep yang ke pamengpeuk

Ni abang elep udah kongkalikong sama bapaknya Ellis. Biasanya, elf-elf itu cuma ampe terminal pamengpeuk aja. Itu bayarnya 15 ribu. Karena udah kongkalikong, kami diantar deh sampe benar-benar ada di pantainya, dan kemudian dijemput pula. Bayarnya jadi lebih mahal, 20 ribu. You have to know, ternyata 20 ribu itu murah, om-nya Ellis pernah kaya gitu juga dan bayarnya 25 ribu.
Ni elep sepi beut dah, kaya dicarter..cuma kami berlima penumpangnya. hampir aja khawatir kalo harus bayar mahal.. untungnya abangnya baek... hfff.... untung di tengah jalan ada satu-dua orang yang naik-turun...
Kesepian elep ini akhirnya dibalas dengan kehebohan ban kempes (yak, ga nyambung)... kami sih seneng2 aja. Moment ban kempes dijadiin ajang melenturkan badan dan fofotoan.. hehe
berhenti sebentar ya.. ganti ban dulu

akhirnyaaaa, nyampe juga di Santolo. hyaaaah. udah jam 11 kurang 10 menit, jauh dari harapan kami yang pengennya nyampe jam 9. Matahari sudah terik, tapi untungnya ga panas2 amat. Segera kami ke bibir pantai. Hwoooo, bagus ya pantainya.. tapi ko kotor? Masing-masing terlihat berdecak kagum, but i know, ada rasa mengganjal karena pantainya tak seindah pemikiran kami. Gapapalah...
di pantai ... (apa ya namanya)
dari sini, ntebarang sungai untuk nyampe santolo :)

   "Neng, mau ke Santolo?" tiba-tiba ada suara bapak2 nanya
   "Iya Pak"
   "Ke Santolo mah naik perahu lagi neng, tu ada turis juga yang mau nyebrang"
   "Eh? Jadi ini bukan Santolo Pak?"
krikkrikkrik... panteees... (-.-)

Kami pun mengikuti instruksi bapaknya untuk naik perahu. Bayar dua ribu tiap orang. Dikira Santolo dimana gitu, jauh.. eh, cuma nyebrang sungai doang.. haaah. gapapalah... yang penting nyampe ke tujuan.
Selamat Datang di Santolo
SELAMAT DATANG!
waaaah, beneran nyampe kita di Santolooo....  yokattaaa
foto2 dulu ah di gerbang selamat datang... hehe
masuk lebih jauh, ni pulau ko kaya pulau mati ya.. sepi amat
oh iya, kayanya gara-gara hari senin deh.. ada tulisan pantai <-, kami ikuti deh jalan2 setapak yang ada
jengjeeeeng!!!!
dari rerimbunan pohon, menyeruak seberkas sinar matahari



Subhanallah....
Air jernih terhampar luas, dibawahnya terlihat dasar berupa karang-karang yang tertanami rerumputan laut
cukup dangkal untuk direntasi
airnya tak sampai selutut, bahkan tempat yang jauhnya sekitar 20 meter dari bibir pantai pun masih bisa dicapai berjalan kaki
Sungguh, Maha Agung Allah yang telah menciptakan bumi seindah ini...

Tak hanya indahnya laut yang membentang,
langit biru pun menghampar luas di angkasa...
Subhanallah...


Kamis, 23 Mei 2013

Dimanakah tempat yg terbaik?

-dari status seorang teman-

Saya teringat nasehat Yahya Ibn Mu’adz kepada saudaranya. Ketika saudaranya mengemukakan ingin tinggal di tempat yang paling baik di muka bumi, Yahya menjawab, “Menyinggung perkataanmu tentang keinginanmu tinggal di tempat yang paling baik di muka bumi ini, jadikanlah dirimu sebagai orang yang terbaik di antara manusia, kemudian menetaplah di manapun engkau suka. Sebuah tempat menjadi terhormat karena penduduknya, bukan karena yang lain.”

Di balik apa-apa yang tidak kita sukai, kadang Allah memberikan kebaikan yang sangat besar. Kadang kita mengharap hujan, tetapi mengeluh ketika ada mendung yang tebal. Sementara di balik apa-apa yang kita sukai, bisa jadi terdapat banyak kerugian yang tidak kita lihat saat ini.

Ustadz Fauzil Adhim

#Ulul Albab

#UlulAlbab; para pemilik kedalaman tafakkur, ya Shalih(in+at).
1)       #UlulAlbab beriman kepada Allah. Dalam iman itu, mereka takut akan ‘adzab Allah yang menimpa kaum pendurhaka. (QS 65: 8-10)
2)       Bagi #UlulAlbab, rasa takut itu menjaga mereka agar tak jatuh dalam murkaNya. Al Quran turun, senantiasa menjadi pengingat bagi mereka
3)       #UlulAlbab bersemangat menyimak sejarah & kisah masa lalu. Mereka menjadikannya pelajaran penting bagi hari-hari di hadapan. (QS 12: 111)
4)       Cerita sejati nan diambil ‘ibrahnya oleh #UlulAlbab; membenarkan hikmah terdahulu, menjelaskan segala sesuatu, menjadi petunjuk & rahmat.
5)       Maka #UlulAlbab selalu menemukan jalan mulia di tiap sempit musibah yang menekuknya maupun kelapangan nikmat yang mengulur jangkauannya
6)       #UlulAlbab belajar dari Adam & Hawa; dari kecemerlangannya, ketergelincirannya, taubatnya, & hari-hari awalnya di bumi yang tak mudah
7)       #UlulAlbab belajar dari Nuh, Hud, Shalih, & Luth; keteguhannya, pengabdiannya, da’wah siang malamnya, cintanya, tangisnya, kepasrahannya
8)       #UlulAlbab belajar dari Ibrahim-Ismail-Ishaq-Hajar-Sarah; ketabahannya, ujian dahsyatnya, kebapakannya, kemanusiannya, penataan cintanya
9)       #UlulAlbab belajar kuasa & kekayaan di jalan raya Sulaiman, belajar sempit & sakit di pematang-pematang Ayyub. Belajar gagal pada Yunus
10)   Pada Yusuf #UlulAlbab belajar didengki sebab punya banyak kelebihan, digoda sebab memiliki keunggulan, rela dipenjara tuk jaga kesucian
11)   Pada Asiyah #UlulAlbab belajar pertahankan iman di sisi kedurjanaan, pada Maryam ia dapati jaga kesucian buahkan nikmat sekaligus ujian 
12)   #UlulAlbab belajar dari Ya’qub tentang keayahan, dari Yusuf memaafkan, dari Musa kepemimpinan nan pelik; musuh jumawa & anak buah degil
13)   #UlulAlbab ambil ‘ibrah dari semua bentang kisah & sejarah, melangkah dalam hidayah, menuju arah yang cerah, meski kadang rasa gerah
14)   #UlulAlbab itu ahli dzikir & ahli tafakkur. Penciptaan langit bumi & silih bergantinya siang-malam membuatnya merenung. (QS 3: 190-191)
15)   Dalam berdiri, duduk, maupun berbaringnya, #UlulAlbab tak lepas dari asma Sang Pencipta, menggetar hatinya, mengalun pada alir darahnya
16)   Jernih fikir sang #UlulAlbab tentang segala ciptaanNya; tiada yang sia-sia sebab dibaca dalam namaNya, didayaguna tuk maslahat semesta
17)   #UlulAlbab adalah juga dia yang terus berburu tuk beroleh karunia nan baik, banyak & berharga dari sisi Allah, yakni hikmah. (QS 2: 269)
18)   Hikmah itu membuat #UlulAlbab memahami jalan kebenaran, arah ke keridhaan, langkah penuh bimbingan, Quran & Sunnah yang jadi pegangan
19)   #UlulAlbab ialah jua mereka yang mendalam ilmunya, hingga tahu batas memahami dalam iman, tak memaksakan diri, tak menghakimi. (QS 3: 7)
20)   Saat orang yang dalam hatinya ada kecenderungan sesat merumit-rumitkan ayat mutasyabihaat, #UlulAlbab sadar mengakui keterbatasan ilmu
21)   Dalam iman #UlulAlbab mengerti, semua adalah kata-kata Tuhan yang mulia, penuh tawadhu’ dia mohon tambahan pemahaman & kekuatan beramal
22)   #UlulAlbab itu mereka yang selalu memperkokoh pemahaman tauhidnya; bahwa Ilah-nya itu Allah yang Satu, tiada putra & sekutu. (QS 14: 52)
23)   #UlulAlbab memahami Quran sebagai penjelasan sempurna yang menerangi, peringatan paripurna yang menjaga diri, & tauhid tanpa kompromi
24)   #UlulAlbab itu beruntung; diselamatkan Allah dari sengkarutnya yang baik-suci dengan yang kotor-keji; berkat taqwa terjaga. (QS 5: 100)
25)   #UlulAlbab tahu; tidaklah sama antara yang thayyib <baik lagi suci>, dengan yang khabits <kotor lagi keji>, meskipun banyaknya memukau.
26)   #UlulAlbab menjaga taqwanya, maka Allah karuniakan furqan; pembeda yang haq dari bathil, yang suci dari nista, yang terpuji dari cela
27)   #UlulAlbab sungguh tekun menyimak warta-warta & apa yang dikatakan sesama, namun memilih tuk hanya ikuti yang terbaiknya. (QS 39: 18)
28)   Sungguh sabar sang #UlulAlbab menerima pengajaran yang mungkin berulangkali dia dengar, keluhan membosankan, atau olok-olok menyakitkan.
29)   Tapi dalam yang didengarkan, si #UlulAlbab adalah tuan yang berkemuliaan; tak izinkan dirinya merasa jadi korban, rugi, atau terhinakan
30)   Sang #UlulAlbab memahami semua orang & kejadian sebagai pelajaran; diikutinya kalimat baik walau berat, dijalaninya nasehat walau pahit
31)   Berulangkali #UlulAlbab dipuji sebagai yang berilmu & berhikmat; apakah ‘amal istimewanya? Ternyata mereka suka shalat malam. (QS 39: 9)
32)   #UlulAlbab ialah dia yang sujud & berdiri di malam hari dengan resau takut akan murkaNya, gerisik rindu pada rahmatNya, & getar cinta
33)   Sementara sekian dulu ya Shalih(in+at) tentang #UlulAlbab, moga Allah masukkan kita termasuk golongan mulia itu, sekarang & selamanya;)

repost dari notes seorang sahabat 'pemikir' yang repost dari kultweet-nya Salim A. Fillah

Rabu, 22 Mei 2013

nasehat Ali

Jika kau memerlukan nikmat dunia,
cukuplah islam sebagai nikmatmu.
Jika kau memerluka keasyikan,
cukuplah taat pada Allah sebagai keayikanmu.
dan Jika kau memerlukan pengajaran,
cukuplah al maut (kematian) itu sebagai pengajaran bagimu.
(Ali bin Abi Thalib)

Selasa, 07 Mei 2013

Discuss, Ideas, and Be Pioneer! Special Edition “Kerta Akar Wangi Anti Mikroba”



Discuss, Ideas, and Be Pioneer!
Special Edition “Kerta Akar Wangi Anti Mikroba”

Bermula dari keinginan menyelamatkan bumi...

Gelapnya malam tak membuat suasana dalam kamar ini meredup. Diskusi kami alot, tentang bagaimana kehidupan kami begitu boros dan mungkin suatu saat bumi ini akan bosan melayani kami. Tapi kehidupan seperti ini tak dapat terelakkan sekarang, itu telah menjadi kebutuhan.

“Tisu! Masa tiap kita praktikum, berapa banyak tisu yang kita habiskan? Tumpah dikit, sreeeet, berlembar-lembar tisu terpakai. Emang tisu terbuat dari apa sih? Kita bisa ga ya bikin alternatif sumber pembuatan tisu?”, curhat panjang seorang teman.
“Atau cara pengolahan tisu menjadi tisu kembali? Renewable tissue?”, sahut yang lain.
“Wah, keren tuh!”

Kebutuhan ini tak mungkin hilang.  Salah satu solusinya adalah mencari hal lain yang dapat menggantikan kayu sebagai bahan utama tisu, sesuatu yang tak mengharuskan paru-paru bumi hilang.

“Aku pengen dari pisang... sampah pisang banyak kan tuh”, celetuk teman yang suka sekali pisang dan berharap mempunyai kesempatan untuk meneliti pisang.
“Kalian pernah dengar 'banana paper'? Mereka buat kertas dari pisang lho”, saya menimpali.
“Beneraaaan?!”
Dan diskusi pun berlanjut...

Ide-ide cemerlang dan harapan-harapan tinggi terucap begitu saja ketika saya dan teman-teman sedang bertukar pikiran. Ber-ide itu menyenangkan, dan lebih menyenangkan lagi jika ide tersebut dapat terlaksana, membuahkan hasil yang bermanfat bagi kehidupan orang banyak.

Diskusi itu tak lekas hanya sharing kata-kata. Semangat kami berapi-api untuk mewujudkan ide-ide itu. Berbekal keyakinan bahwa ada hal yang bisa kami lakukan untuk mendukung keharmonisan tekonologi, kebutuhan manusia, dan lestarinya alam, kami datangi dosen untuk membuka wawasan lebih luas lagi. Setelah beberapa lama memilah-milih ide strategis, mengerucutlah gagasan kami pada pemanfaatan limbah akar wangi sebagai alternatif bahan baku kertas. Kami tahu, prosesnya akan panjang, tetapi begitulah proses sebuah penemuan.

Inilah saya dan teman-teman sekarang. Diluar jadwal kuliah yang super padat, mata kami menyala dalam bara semangat mengerjakan proyek terbesar abad ini bagi kami.

Akar wangi biasa dimanfaatkan dalam bentuk minyak akar wangi atau Vetiver Root Oil. Ekstraksi minyak dari tanaman ini membuat limbah akar wangi menumpuk dan digunakan terbatas dalam kesenian kriya. Limbah inilah yang kemudian kami garap untuk dijadikan sumber alternatif bahan baku kertas mengingat komposisi serat pada akar wangi. Penyelesaian dua masalah: limbah dan sumber kertas.

Ternyata, akar wangi ini pun punya kandungan antiseptik. Bukan tak mungkin, limbahnya pun masih mengandung vetiveron, senyawa antiseptik pada akar wangi, kemudian menjadi nilai plus bagi kertas kami. 
This it is! Kertas Akar Wangi Anti Mikroba. Masih dalam tahap pengembangan :)

Mimpi kami jauh, melewati waktu. Jika kertas ini berhasil terwujud, dengan karakter antimikroba, kertas ini akan menjadi inovasi baru dalam banyak bidang yang selama ini membutuhkan kertas. Sebagai pembungkus aseptik, dengan digunakan kertas antimikroba, penambahan pengawet pada makanan dapat diminimalkan atau usia simpan pada bahan-bahan obat simpilisia dapat lebih panjang. Kertas ini dapat menjadi kertas dokumen yang tak lekang dimakan zaman. Begitu banyak harap yang kami tumpukan pada proyek “Kertas Akar Wangi”.

Semuanya bermula dari sebuah keinginan, dari percakapan, bermunculan ide, kemudian tekad bersama. Entah pada akhirnya mungkin hanya hasil kami yang diingat oleh dunia. Tapi kami berusaha untuk menjadi salah satu dari mereka yang hanya berharap dirinya telah menyumbangkan hal bermanfaat bagi anak-cucunya.... para “Pioneers”.