Jumat, 27 April 2012

menghitung hari,,, KEMBALILAH arashi!

Bismillahirrahmaanirrahiim...

27 april 2012 sampai 6 mei 2012 tinggal 3+6 hari lagi. 9 HARI
lalu kembali lagi melihat waktu-waktu yang telah dilalui....
sudah berbuat apa ya saya?
20 tahun padahal dalam cahaya islam
tapi tak jua saya telah berguna
tak jua semakin membaik dan meningkat prestasi aqidah dan akhlaknya
seperti hilang diri

kemanakah engkau kiq?

kemana semangat 45 yg selalu membawamu untuk terus belajar?
kemana rasa ingin tahu yg besar, yg selalu menempatkan dirimu menjadi org terdepan untuk menggali ilmu lebih?
kemana tangisanmu saat harus rela berpisah dengan keluarga dan 'base'mu demi mencari kebenaran?
kemana visualisasi-visualisasi impian yang selalu kau pupuk sedari kecil dan menjadi nyata?
kemana rasa penasaran itu?
kemana keceriaan dan senyuman yg selalu kau tularkan itu?
apakah yang sekarang tersisa hanya angan dan kata2 yg tidak terucap?
yg akhirnya menjadi monolog antara dirimu dan bayanganmu?
apakah karena kau merasa terbelenggu sekarang?
hingga impianmu tak bisa melanglang bebas?
sepertinya bukan salah arahan yang kau dapat...
tapi hatimu yang begitu rapuh dan mudah pecah
karena tak kau isi sedalam dan sepenuh dahulu
inikah yg kau inginkan?

kembalilah ARASHI!!!!!
kembali!
KEMBALI!
badai mutiara,,, itu kan yg selalu kita pegang?
karena kau bukanlah angin yang menghembus lembut
tapi kita adalah badai!
jadi bukan seperti ini yg harusnya engkau terhanyut
bukan orang yg tidak amanah ini diriku..bukan!
tapi org yg dikenal 'tenang....dia pasti datang'
itu kan ukhti?
aku merindukanmu....kembalilah....
temani aku di umur yg semakin sedikit ini.....
dengan jiwamu aku hidup
dengan berpegang teguh pada panji Allah aku menjalani kehidupan

LU'LU'ARASHI!!!!!
Bismillaah...

Jumat, 30 Maret 2012

hidup itu...

hidup itu ,,,
perlu dinikmati bukan?
walau Rasulullah saw menyuruh kita untuk melihat dunia sebatas kita melintas sesaat,
ia tak pernah bilang engkau harus bersedih karenanya
ia tak pernah menyuruhmu menjadi terburu-buru dan menyesakkan nafasmu
ia mengajarkan kita untuk selalu bersyukur
apapun yan kita terima di waktu yang sangat sempit unu
baik dalam keadaan duka maupun bahagia
karena keduanya tetaplah ujian, berkah, dan kasih sayang-Nya
karena semuanya Allah berikan agar engkau tetap berada di dekat-Nya
Ia mencintaimu, karena itu ia ingin engkau hanya bersandar dan selalu kembali pada-Nya
di waktu berkunjungmu yang sempiti ni, Ia khawatir engkau lupa
maka Ia kembali mengingatkanmu, maka Ia kembali mengajarkanmu
untuk menikmati perjalanan ini dengan tujuan dan niatmu semula
Rasulullah tak pernah mengajarkanmu untuk selalu menjadi manusia yang nomer wahid
untuk menjadimanusia yang dibangga-banggakan, tidak pernah...
ia tak mengajarkan keambiusan
tapi ia mengajarkan kekhalifahan, kepemimpinan
ia mengajarkan kesabaran untuk menyertainya
dan kesucian, fitrahmu sebagai manusia, yaitu islam
dimana saat fitrah itu terpenuhi, sempurnalah dirimu sebagai makhluk
yang dijamin keselamatannya saat kembali pada pangkuan-Nya
ia menjadi pedoman, penjaga, dan teman setiamu dalam mengarungi dunia
dan mengantarkanmu ke tempat yang paling nyaman
tempat tujuan sebenarnya,,,
di sisi-Nya...

Kamis, 29 Maret 2012

Kebijaksanaan dan uang(1)

Bismillahirrahmaanirrahiim..

sebenarnya entri ini mau diberi judul pernikahan dan perkuliahan,,tapi karena takut ambigu...beginilah....

Saat-saat ini, keluarga sedang sibuk dengan perencanaan pernikahan kakak perempuan saya. Ini adalah pernikahan ketiga di keluarga. Setiap pernikahan, kakak yang menikah pastilah ribut tentang budget nikah yang sangat amat besar. Dana yang dikeluarkan untuk menikah satu hari bisa untuk beli rumah, investasi masa depan dan untuk keluarga barunya. Hfff,,, mengapa tidak akad saja dengan resepsi sederhana di rumah? Pasti kami, anak-anak berpikir seperti itu. tapi ayah selalu keukeuh untuk tetap mengadakan resepsi yang “layak” dan mengundang banyak sekali kerabat dan teman... dan anggaran konsumsi memang paling mahal. Jika 500 undangn disebar, setidaknya ada 1500 orang yang datang, dengan catatan orang yang diundang membawa setdaknya istri dan 1 anaknya....

Yang membuat sedih calon pengantin adalah perbedaan dunia saat menikah dan setelah hari H perkawinan. Jika menikah di gedung yang superb dengan dekorasi mewah dan menghabiskan uang banyak, pengantin baru ini belum tentu punya semewah itu kehidupannya. Pengantin baru biasanya akan tinggal memisah dan mulai mengontrak. Uang yg dipersiapkan untuk kehidupan berumah tangga bayak terserap di pernikahan... dan harus mulai lagi mentapaki tangga kehidupan baru... lalu???

Dan akhirnya selalu hati yang risau yang dialami para kakak saya... mengapa uang sebesar ini ga ayah berikan saja sebagai modal? Mengapa harus sesusah ini hanya untuk menikah? Anak pertama okelah,,tapi anak ketiga apakah harus dirayakan juga?

Saya pun cukup terdoktrinasi dengan hal ini. Bertekad kelak saat menikah, tidak usah yang merepotkanlah...sederhana saja.. tapi ternyata ada hal yang membuat saya terenyuh... dan kembali berpikir...
Minggu kemarin, salah satu teteh mentor saya menikah, cukup besar. Bagian ikhwan-akhwat dipisah, jadi ada dua pelaminan. Dekorasi tempat juga cukup cantik, dengan adanya tenda dan kesan menyatu dengan alam... refleks saya menyeletuk, “habis berapa ya untuk menikah seperti ini???hhh”. Subhanallahnya, teman saya menanggapi dengan kalimat yang membuat saya mereset ulang pikiran tentang mahalnya pernikahan...
       “Iya ki, memang mahal.. tapi semua ini kan dilakukan untuk sebaik mungkin menjamu tamu. Jadi ya yang terbaik yang dilakukan.”

Iya ya... bijaksana sekali pikirannya... walaupun sebesar itu nominalnya, kebhagiaan dan doa dari para kerabat dan tamu yang datang pasti lebih bermakna dan berharga... saat pernikahan adalah saat paling bahagia, lalu apa salahnya untuk berbagi kebahagiaan tersebut, menjamu dengan hal yang terbaik yang dapat kita usahakan... pasti ayah juga berpikir begitu..

Subhanallah ya kalau kita mau terus belajar mencari hikmah, dan melihat dari berbagai sudut pandang sebuah peristiwa...

Selasa, 18 Oktober 2011

saat farmasi ujian...

hari ke-4 dari 5 hari ujian...
salah seorang teman berkata...
"Hari ini kita jenuh, besok mengendap"

hari ujian terakhir...
salah seorang teman lain berkata...
"Gw udah mendidih nih, bentar lagi menguap"

ya,,, semoga selalu diberi kelancaran dan hasil akhir yang baik...
semoga nilai ujian baguuus

*senang karena UTS udah selesai(walau masih ada 1 matkul lagi)...\(>o<)/

Selasa, 11 Oktober 2011

...

Terbit dan tenggelam...
Begitulah Allah telah menakdirkannya...
Agar selalu dibalut sabar,
dan selalu dihiasi syukur...
yang terpancar cerah dengan senyuman...


*lagi ikhtiar dalam minggu ujian....